Peluang Bisnis Budidaya Ikan Bawal

Peluang Bisnis Budidaya Ikan Bawal

Budidaya ikan bawal bisa dipilih oleh siapapun karena menawarkan cukup banyak kelebihan. Contohnya budidaya ikan jenis satu ini memiliki metode pemeliharaan yang sangat mudah dan juga sangat gampang dipasarkan.

Selain itu ikan bawal juga menjadi salah satu jenis ikan yang cukup menjanjikan keuntungan karena ikan jenis ini memang cukup populer di kalangan masyarakat. Awalnya, ikan ini memang tidak asli dari Indonesia.

Menurut sejumlah referensi, ikan bawal awalnya merupakan ikan yang diimpor dari Brazil. Ikan bawal punya nama latin Colossoma Macropomum. Ikan jenis ini punya karakteristik atau ciri khasnya tersendiri.

Bentuk tubuh dari ikan bawal itu pipih dan punya warna kulit yang keperak-perakan, punya lubang hidung yang terbilang besar, dan juga mempunyai ujung sirip dengan warna kuning atau merah.

Bentuk badannya hampir sama dengan ikan piranha. Biasanya banyak orang salah mengira bahwa ikan bawal adalah ikan piranha.

Peluang Bisnis Budidaya Ikan Bawal

Ikan bawal mungkin menjadi salah satu komoditas baru dalam dunia budidaya perikanan di Indonesia. Tapi, karena hasil penyebaran ikan ini memperoleh respon baik dari petani, jumlah permintaan akan ikan bawal setiap harinya jadi sangat meningkat.

Walaupun dalam dagingnya terdapat banyak duri, ikan bawal mempunyai daging yang rasanya gurih dan enak. Tak heran jika masyarat masih cukup banyak yang menggemari ikan asal Brazil satu ini.

Dari segi petani juga banyak yang awalnya memilih budidaya ikan nila dan ikan emas pindah haluan menjadi budidaya ikan bawal. Alasan utamanya karena keuntungan yang besar dari segi ekonomi.

Ikan bawal juga banyak dipilih karena tidak membutuhkan pakan yang mempunyai kandungan protein tinggi. Hal ini tentu saja bisa membuat biaya pakan ikan bawal tidak membengkak dan tidak terlalu tinggi.

Dengan kata lain, ikan bawal masih bisa berkembang maksimal walaupun tidak diberikan pakan berkualitas secara intensif. Cukup dengan pakan yang kualitasnya standar, hasil panen budidaya ikan bawal juga sudah bagus.

Pembudidaya ikan bawal hanya membutuhkan pakan dengan kandungan protein sekitar 25% saja. Jika dibandingkan dengan protein yang dibutuhkan oleh ikan lain, jelas prosentasenya lebih rendah.

Hasilnya tentu para pembudidayanya banyak yang mengaku budidaya ikan jenis satu ini jauh lebih murah karena pakan bisa didapatkan dengan harga yang lebih terjangkau.

Kelebihan Budidaya Ikan Bawal

Selain itu budidaya ikan bawal juga memiliki serangkaian kelebihan. Jika ingin tahu kelebihan budidaya ikan jenis ini, cek di uraian berikut:

  1. Masa Panen Ikan Bawal Lebih Singkat

Budidaya ikan bawal juga tidak butuh waktu yang lama untuk mendapatkan hasil panennya. Siklus dari pertumbuhan ikan bawal itu sendiri memang lebih cepat karena hanya butuh 45 – 60 hari saja dari awal hingga panen.

Padahal untuk jenis ikan lain, rata-rata membutuhkan waktu hingga 3 – 4 bulan dari masa awal tebar benih sampai panen. Risiko yang dimiliki oleh budidaya ikan bawal juga tergolong kecil.

Hampir tidak ada penyakit yang bisa menyerang ikan bawal. Prospek dari budidaya ikan bawal ini jelas sangat menjanjikan. Selain karena bawal banyak diminati oleh konsumen Indonesia, permintaannya pun bisa datang dari mana saja.

Bahkan sekelas hotel, rumah makan mewah, hingga pengepul atau pedagang tradisional sekalipun masih memiliki permintaan yang cukup tinggi terhadap jenis ikan satu ini.

Besarnya permintaan dari ikan bawal memang bisa menjadi salah satu andalan dari para pembudidayanya. Bawal bisa jadi alternatif jika pasokan bawal dari air laut sudah menipis.

  1. Ongkos Pakan yang Murah

Selanjutnya, ikan bawal juga tergolong hemat biaya. Salah satu alasannya adalah karena ongkos pakan yang sangat murah. Apalagi jika kamu melakukan budidaya ikan bawal air tawar. Harganya jauh lebih murah dibandingkan budidaya ikan bawal laut.

Jika investasi awal budidaya ikan bawal air laut bisa sampai Rp 40 juta, untuk budidaya ikan bawal air tawar hanya butuh Rp 7-8 juta saja. Dalam 2.000 bibit ikan bawal, bisa menghasilkan hingga 1 ton ikan dalam kolam tanah yang berukuran 10 x 10 m.

Dari segi biaya produksi pun budidaya ikan bawal tidak terlalu tinggi. Pasalnya ikan bawal itu merupakan jenis ikan omnivora. Jadi, selain memakan pelet, pakan ikan bawal juga bisa ditambah dengan siput, keong, limbah sayuran, dan lainnya.

Daya cerna ikan bawal juga masih sangat baik. Tidak hanya bisa diberi pakan alami, pakan pelet atau buatan yang proteinnya rendah juga bisa didapatkan dengan harga yang jauh lebih murah.

Per satu kilogram pakan yang diberikan, nantinya bisa menghasilkan sekitar 0,7 – 0,8 daging bawal. Dengan kata lain tingkat konversi pakannya adalah 1 : 0,7 – 0,8 yang memang terbilang efisien bagi petani.

Penutup

Tentu saja, budidaya bawal juga memiliki satu kelebihan utama yakni keuntungan yang sangat menggiurkan. Setiap bulan banyak petani yang bisa mendapatkan Rp 20 – Rp 30 juta untuk omzetnya. Tertarik mencoba?


Leave a Reply

Your email address will not be published.