7 Tahapan Budidaya Rumput Laut Untuk Hasil Menjanjikan

7 Tahapan Budidaya Rumput Laut Untuk Hasil Menjanjikan

Budidaya rumput laut menjadi salah satu peluang bisnis yang menguntungkan. Rumput laut sendiri menjadi salah satu komoditi yang akan terus dibutuhkan oleh pasar. Selain karena bisa diolah untuk ragam industri, rumput laut sendiri memiliki nilai gizi yang tinggi.

Tahapan budidaya rumput laut

Budidaya rumput laut secara garis besar tidak tergolong sulit. Namun dalam memulainya, tentu dibutuhkan detail-detail yang harus diperhatikan dengan baik. Terlebih jenis rumput laut sendiri juga sangat beragam.

Budidaya rumput laut bisa dimulai dengan lahan kecil dan modal yang tidak besar. Permintaan pasar juga akan terus meningkat mengingat rumput laut merupakan bahan yang banyak dicari. Untuk memulai budidaya, berikut tahapan penting yang harus diperhatikan :

  1. Pemilihan lokasi yang tepat

Hal pertama yang harus diperhatikan dalam budidaya rumput laut adalah pemilihan lokasi. Lokasi budidaya harus berada di perairan yang tenang. Kedalaman air adalah tidak boleh kurang dari 70 cm saat surut dan tidak melebihi 200 cm saat pasang.

Disamping itu, perairan juga harus aman dari terpaan angin kencang dan ombak. Utamanya saat rumput laut masih kecil, ombak akan dengan mudah menyeretnya. Tekstur dasar airnya juga harus memenuhi syarat, yaitu berlumpur dengan sedikit pasir.

Namun secara alami, rumput laut bisa tumbuh di karang, pasir, dan beberapa substrat lain. Maka pemilihan lokasi juga bisa disesuaikan dengan metode tanam yang digunakan. Karena setiap metode memerlukan media tanam yang berbeda-beda.

  1. Uji tanam sebelum penanaman serempak

Setelah menentukan lokasi budidaya, selanjutnya perlu dilakukan uji tanam. Proses ini bertujuan untuk menguji potensi lahan agar meminimalisir kerugian. Untuk tahapan ini bisa dilakukan dengan metode tali dan jaring.

Pertama, tiang pancang harus dipasang dengan jarak 10 – 12 m. Selanjutnya diikatkan tali monofilamen pada dua tiang pancang yang telah dipasang. Gunakan tali dengan ukuran 5×2,5 m untuk tahap uji penanaman ini.

  1. Pemilihan metode yang tepat

Pemilihan metode tanam juga penting untuk dipertimbangkan dengan baik. Secara garis besar ada tiga metode tanam rumput laut yang bisa digunakan. Masing-masing metode disesuakan dengan kondisi dasar perairan dan posisi penanaman.

Pertama ada metode dasar yang dilakukan dengan menebar benih yang terikat disekitar batu karang. Kedua, metode apung yang dilakukan menggunakan jaring apung. Dan terakhir adalah metode lepas dasar yang dilakukan dengan mengikatkan benih di tali nilon.

  1. Pemilihan bibit rumput laut

Selanjutnya ada tahap pemilihan bibit rumput laut. Sebelum dilakukan proses pembibitan, bibit rumput laut harus dikeringkan dibawah sinar matahari. Selanjutnya diremdam di air laut dengan konsentrasi tinggi selama 25 menit.

Bibit rumput laut yang unggul cirinya adalah berwarna cerah dan tidak mengelupas. Percabangannya rimbun dan tidak terdapat bercak pada batangnya. Selain itu bibit harus sudah berumur sekitar 25 – 35 hari.

  1. Memperhatikan cara penanaman

Selain pemilihan bibit, cara penanaman juga harus diperhatikan. Pastikan juga bibit yang dibawa dari habitat asli direndam dalam air selama perjalanan. Untuk lebih amannya, bisa dibawa menggunakan styrofoam.

Pertama bibit rumput laut diikat pada tali penggantung. Selanjutnya tali yang sudah berisi rumput laut dimasukkan sekitar 30 cm pada dasar perairan. Perlu diperhatikan juga untuk rentang tali adalah 20 – 30 cm.

  1. Tahap perawatan rumput laut

Setelah rumput laut ditaman, selanjutnya proses perawatan sangat penting. Utamanya saat awal masa tanam, rumput laut masih harus sangat diperhatikan. Berbagai hama mulai dari teripang hingga ikan baronang bisa saja menyerang budidaya rumput laut.

Untuk tahap perawatan lebih lanjut, tanaman hama harus selalu dibersihkan agar tidak mengganggu pertumbuhan. Kebersihan tali penggantung juga harus selalu diperhatikan dari sampah dan tumbuhan liar. Jika tali penggantung sudah tampak rapuh, lebih amannya harus segera diganti.

  1. Proses panen

Rumput lau sudah bisa dipanen pada usia 25 – 35 hari. Namun jika untuk kebutuhan bisnis, maka usia panen idealnya adalah 45 hari. Proses panen juga harus diperhatikan cara-caranya.

Seluruh tanaman beserta tali penggantung harus diangkat dulu ke permukaan. Selanjutnya rumput laut dipilah dari tali pengikat dan dikumpulkan menjadi satu. Setelah itu bisa langsung dijemur dibawah sinar matahari hingga kering.

Untuk penjemuran, sebaiknya digantungkan pada kayu atau sejenisnya. Tujuannya adalah agar kualitas rumput laut tetap bersih. Jika cuaca cerah, maka 3 sampai 4 hari rumput laut sudah kering sempurna.

Selain cara pengeringan manual, kini juga sudah alat alat modern untuk pengeringan lebih cepat. Mesin oven stainless gas bisa digunakan agar proses pengeringan lebih efektif. Dengan alat ini, tidak membutuhkan waktu lama hingga rumput laut mengering sempurna.

***

Demikian 7 tahapan dalam penanaman rumput laut yang harus diperhatikan. Setiap tahapan memiliki peranan penting dalam menentukan hasil panen. Karenanya harus selektif pada detail-detail setiap tahapannya.


Leave a Reply

Your email address will not be published.